FUNGSI DAN PERAN SASTRA

FUNGSI DAN PERAN SASTRA

Nama                    : Syifa Naila Husna

NIM                       : 22016152

Prodi                     : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dosen Pengampu : Dr. Abdurrahman, M.Pd.

A. FUNGSI SASTRA

Sastra memiliki banyak fungsi yang bisa disesuaikan pastinya dengan kebutuhan masing masing manusia, karena untuk sastra sendiri memiliki cakupan yang banyak tak hanya tulisan yang indah. Sebuah karya sastra dapat dikatakan bernilai sastra tinggi jika karya itu mampu memberikan hiburan kepada pembaca, serta mampu memberikan pengajaran positif bagi pembacanya. Karya sastra yang hanya mampu memberikan hiburan tanpa ada manfaat akan terasa gersang. Demikian pula karya sastra yang hanya mampu memberikan manfaat dan tidak mampu memberikan hiburan bagi pembaca akan terasa hambar. Oleh sebab itu, sastra dapat dikatakan sebagai media hiburan yang mengajar, dan media pengajaran yang menghibur. 
Horatius, yaitu dulce et utile (dalam bahasa Latin, sweet and useful). Dulce (sweet) berarti sangat menyenangkan atau kenikmatan, sedangkan utile (useful) berarti isinya bersifat mendidik (mikics, 2007:95). Bressler (1999:12) menyebut dua fungsi tersebut dengan istilah to teach ‘mengajar’ dan to entertain ‘menghibur’. Fungsi menghibur (dulce)artinya sastra memberikan kesenangan tersendiri dalam diri pembaca sehingga pembaca merasa tertarik membaca sastra. Fungsi mengajar (utile)artinya sastra memberikan nasihat dan penanaman etika sehingga pembaca dapat meneladani hal-hal positif dalam karya sastra. Dalam hal ini, sastra memampukan manusia menjadi lebih manusia: mengenal diri, sesama, lingkungan, dan berbagai permasalahan kehidupan (Sarumpaet, 2010:1).

Dari dua fungsi utama sastra seperti disebutkan di atas, dapat diturunkan beberapa fungsi sastra sebagai berikut.

1) Fungsi Estetis

Fungsi estetis adalah fungsi keindahan dari dalam karya sastra yang ditampilkan melalui penggunaan bahasa-bahasa yang indah dan memikat.

2) Fungsi Etis

Fungsi etis adalah fungsi etika atau moral yang diberikan sastra melalui nasihat atau amanat yang terkandung di dalamnya.

3) Fungsi Reflektif

Fungsi reflektif adalah fungsi gambaran kehidupan dalam karya sastra yang selalu mencerminkan realitas sosial-budaya kapan dan di mana sastra itu diciptakan. Dengan membaca karya sastra, pembaca dapat mengetahui tradisi, kebiasaan, gambaran alam, situasi, sejarah, dan bahkan pola pikir masyarakat di dalam sebuah karya sastra.

4) Fungsi Didaktif

Fungsi didaktis adalah fungsi pendidikan atau pengajaran dalam karya sastra yang dapat diperoleh pembaca setelah membaca karya sastra.

5) Fungsi Rekreatif

Fungsi rekreatif adalah fungsi hiburan yang diberikan oleh sastra melalui cerita, puisi, maupun dialog drama. Banyak pembaca yang merasa senang membaca sastra karena terhibur dengan dunia baru yang dibangun oleh sastrawan dalam karyanya. Dalam hal ini, sastra banyak dijadikan sebagai bacaan pengisi waktu, media luapan perasaan, serta wahana hiburan refleksi diri.


B. PERAN SASTRA

Karya sastra dapat memberikan pesan dan amanat kepada pembaca untuk hal-hal positif. Pembaca diajak untuk menjunjung tinggi norma-norma moral, sastra mampu memberikan fungsi sebagai penyadar manusia akan peran sertanya dalam kehidupan sosial.

Menurut Djojonegoro (dalam H. Nani Tuloli, 2002:235), sastra dapat dikatakan selalu merupakan bagian yang amat penting dari peradaban mana pun di dunia. Selain itu menjaga peradaban dan nilai-nilai adat istiadat, sastra juga dapat membentuk masyarakat yang modern. H. Nani Tuloli mengatakan, peran sastra dalam era globalisasi adalah:

1. Mendorong dan menumbuhkan nilai-nilai positif manusia, seperti suka menolong, berbuat baik, beriman, dan bertaqwa.

2. Memberi pesan kepada manusia, terutama pemimpin, agar berbuat yang sesuai dengan harapan masyarakat, mencintai keadilan, kebenaran, dan kejujuran.

3. Mengajak orang untuk bekerja keras demi kepentingan dirinya dan kepentingan bersama


Selain itu dalam pendidikan karakter sastra memiliki beberapa peran sebagai berikut:

1. Sastra sangat berperan dalam pendidikan karakter peserta didik (manusia), yaitu dalam perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, perkembangan kepribadian, dan perkembangan sosial. 

2. Sastra juga berperan sebagai media katarsis dalam pembelajaran sastra dapat dimanfaatkan secara reseptif (bersifat menerima) dan ekspresif (kemampuan mengungkapkan) dalam pendidikan karakter. 

3. Karya Sastra juga bisa menjadi peran sebagai media bagi peserta didik (manusia) untuk mengenali dan memahami kualitas tingkatan watak atau karakternya sendiri







Sumber:
https://dosen.ung.ac.id/herdi/home/2013/1/9/fungsi_sastra.html#:~:text=Secara%20umum%2C%20sastra%20mempunyai%20dua,mikics%2C%202007%3A95).

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_JERMAN/196111101985031-AMIR/Bahan_Ajar_dan_Silabus_Deutsche_LiteraturI_2010/PENGERTIAN_Sastra.pdf

https://eprints.umk.ac.id/384/7/PERAN%20SASTRA.pdf

http://www.rumahliterasisumenep.org/2020/06/peran-karya-sastra-di-era-globalisasi.html#:~:text=Karya%20sastra%20dapat%20memberikan%20pesan,peran%20sertanya%20dalam%20kehidupan%20sosial.











Komentar